Kelab Sukan Berkuda Pasir Puteh Siap Sedia untuk Cakno Rakyat DUN Limbongan

Posted by Wan Rahibullah Hj. Wan Ismail on June 9th, 2010 in Umum 1 Comment

PASIR PUTEH, 9 Jun- Kelab Sukan Berkuda Pasir Puteh yang berpengkalan di Lembah Sungai Rasau telah membuat persiapan awal untuk acara mengiringi ketibaan Exco Kerajaan Negeri Kelantan dan aktiviti sukan berkuda di Program Cakna Rakyat DUN Limbongan Julai ini.

Tujuh ekor kuda akan berarak  mengiringi ketibaan Exco pada majlis perasmian Cakna Rakyat sebelum pemeriksaan perbarisan yang akan disertai oleh wakil dari setiap UPU.

Menurut Azhar salah seorang yang terlibat dalam perarakan ini, kuda yang akan dibawa keluar untuk program ini adalah terdiri dari kuda padi dan kuda baka kacukan Kelantan Thailand. Latihan sudah mula dibuat bagi membiasakan kuda dengan suasana yang dijangka ‘heboh’ di Program Cakna Rakyat nanti.

Sementara itu ADUN Limbongan, YB Drs. Zainuddin telah menjanjikan kelainan dalam setiap aktiviti dalam program tersebut. Bersempena dengan matlamat program untuk membawa kerahmatan dan kebahagiaan kepada semua, mana-mana kelab sukan yang ingin menyertai program gilang gemilang ini adalah dijemput untuk mendaftar bersama urusetia program.


Galeri foto oleh wanribu:

Lawatan Kerja BBC Kelantan ke MDPP

Posted by Wan Rahibullah Hj. Wan Ismail on June 8th, 2010 in DUN Kelantan, DUN Limbongan, Lawatan, MDPP No Comments

PASIR PUTEH, 8 Jun – Lawatan kerja Kelab Penyokong Kerajaan Kelantan ke MDPP yang diketuai oleh Presiden, YB  Hj. Abdullah Bin Yaakob hari ini berakhir di Padang Majlis Daerah Pasir Puteh setelah mengadakan satu perlawanan bolasepak persahabatan dengan pasukan MDPP.

Dalam perlawanan tersebut, pasukan BBC kelantan buat pertama kalinya dalam lawatan kerja tewas kepada pasukan MDPP dengan kiraan 1-0. Antara ADUN yang dilihat beraksi ialah YB Dr. Nik Mazian, YB Abdul Aziz Kadir dan YB Wan Yusof yang juga Setiausaha kelab itu.

Sebelum itu, satu taklimat di adakan di bersama dengan Ahli Kerajaan Tempatan (Ahli Majlis) yang dipengerusikan oleh YDP Majlis Haji Wan Abdul Aziz B Wan Jaafar di bilik gerakan PTJPP. Taklimat diadakan bertujuan untuk membentang dan merungkai setiap isu yang berkaitan dengan permasalahan rakyat tempatan.

Seperti lawatan-lawatan yang lepas, BBC Kelantan dengan kerjasama jabatan Kebajikan Masyarakat telah menghulurkan bantuan kepada rakyat miskin tempatan di Dewan Majlis Daerah Pasir Puteh.

ADUN Limbongan yang masih belum sihat sepenuhnya memberi kata-kata aluan kepada semua yang hadir dan mengharapkan agar rakyat di daerah ini memahami sepenuhnya erti demokrasi agar dapat menyuarakan sebarang permasalahan supaya pihak kerajaan tempatan dapat menyelesesaikannya dengan efisyen pada masa akan datang.


Galeri foto oleh wanribu:

Tags: , ,

Cakna Rakyat: ADUN Limbongan Ziarah Warga Emas Meninggal Dunia

Posted by Wan Rahibullah Hj. Wan Ismail on June 8th, 2010 in Umum No Comments

PASIR PUTEH, 8 Jun – ADUN Limbongan menziarah 2 warga emas yang telah meninggal dunia di Kg Merkang dan Taman Beluti Kg Jerat Semata pagi ini sambil menyampaikan wang tunai amanah Tabung Kifalah kepada keluarga si mati.

Lawatan bersama Isteri itu juga ditemani oleh beberapa orang warga MTD Limbongan yang turut sama melahirkan rasa kecaknaan kepada warga emas dan ahli keluarga.

Bacaan doa selamat dan sedekah Al-Fatihah dari YB Drs. Zainuddin dan warga MTD Limbongan yang turut hadir diharap akan membawa kebahagiaan dan kerahmatan kepada semua, InsyaAllah.

Analisis SWOT Bengkel Tahap 1 Cakna Rakyat DUN Limbongan

Posted by Wan Rahibullah Hj. Wan Ismail on June 8th, 2010 in DUN Limbongan No Comments

BANGGOL KERIAN, 7 Jun – Perjumpaan untuk rancangan mengadakan program Cakna Rakyat DUN Limbongan di Madrasah Ustaz Alwi (bekas MP Pasir Puteh) malam ini dihadiri oleh YDP PAS Kawasan Pasir Puteh yang juga merupakan ADUN Gaal.

Dalam ucapan beliau, kerjasama dalam megadakan program berlandaskan ajaran Islam ini adalah satu yang terbaik untuk dipraktikkan dan penyatuan aqidah yang betul adalah suatu yang amat penting dalam menjayakaannya.

Sehubungan dengan itu ADUN Limbongan yang mempengerusikan perjumpaan ini mengarahkan lantikan AJK program tersebut untuk membuat Analisis SWOT dalam mengkaji kelebihan dan kelemahan dalaman serta luaran yang akan mempengaruhi faktor kejayaan program yang bakal diadakan pada 17 Julai 2010 ini di Padang MDPP.

Bengkel Tahap 1 ini juga membahagikan AJK lantikan menyenaraikan petugas-petugas mengikut UPU dan akan mengumpulkan jemaah petugas pada satu tarikh yang akan ditetapkan nanti yang dijangkakan penglibatan  seramai 500 orang AJK petugas.


Galeri foto oleh wanribu:

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia

Posted by Wan Rahibullah Hj. Wan Ismail on June 7th, 2010 in Dunia Islam, Isu Semasa No Comments

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Bismillahirrahmanirrahim…

Untuk saudaraku di Indonesia, Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa?

Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku? Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da’wah dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia, Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.

Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!. Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi. Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.

Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel! Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar! Wahai saudaraku di Indonesia, Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?

Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan.

Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia, Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.

Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta’aruf, tafahum dan takaful di sana. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?

Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur’an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia, Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia.

Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.

Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)

Sumber : http://azzamalqitall.wordpress.com/2010/06/04/surat-dari-gaza-untuk-umat-islam-di-indonesia/ Shared By Catatan Catatan Islami Pages

Tags: , ,

WAKAF BERANGAN, 6 Jun – Kulaih Maghrib oleh ADUN Batu Buruk, YB Dr. Syed Azman B Syed Ahmad Nawawi mengenai tanggungjawab umat Islam dalam menangani malapetaka penganiayaan Yahudi di bumi Palestin mendapat perhatian yang serius oleh para muslimin dan muslimat di Masjid Majidiah,  Pasir Puteh.

Dalam kuliah tersebut, beliau telah menceritakan tentang sejarah bumi Palestin iaitu kiblat pertama yang berada di Masjid Al-Aqsa sebelum akhirnya dipindahkan ke Baitullah sekarang. Beliau juga menerangkan tentang tiga buah Masjid yang paling dirahmati dalam hadith Rasulullah iaitu Majidil Haram, Masjid Nabawiyah dan Masjid Al-Aqsa ini.

Keganasan tentera Zionis yang sudah 6 dekat membakar kebun-kebun  dan  mata pencarian umat Islam di Palestin kini sedang mengorek terowong di bawah Masjid Al-Aqsa dalam usaha merobohkannya.

Beliau juga menekankan di mana maruah umat Islam sekarang apabila bumi suci yang dikelilingi oleh negara-negara yang kaya seperti Arab Saudi di jahanamkan dari masa ke semasa. Lanjutan itu, beliau juga menyatakan golongan miskin adalah antara yang mampu untuk bersama-sama mempertahankan bumi suci ini dikala rakyat Palestin sedang meraung memanggil meminta bantuan.

Beliau juga tertarik dengan kata-kata Syeikh Yusoef Al- Qardhawi seorang pejuang dan pemimpin agama Islam yang berkata: “Umat islam hari ini ramai ibarat buih-buih terapung dalam air yang banyak” yang membawa maksud umat yang takut kepada maut sedangkan kemusnahan di Palestin semakin hari semakin bianasa.

ADUN Limbongan yang mempengerusikan majlis Kuliah Maghrib ini juga menyatakan rasa marah kepada tentera Zionis dan mengingatkan para hadirin agar tidak mati dalam kekenyangan seperti seekor tikus mati didalam seguni beras.

Kuliah berakhir dengan Solat Isyak berjemaah di Masjid Majidiah.


Galeri foto oleh wanribu: